Sekilas Potensi

Potensi Unggulan Daerah
1.   Potensi Komoditi Pertanian
a)    Salak Pondoh: Sentra produksi tanaman ini berada di kecamtan Tempel, Turi dan Pakem.
b)    Mendong: kondisi produk mendong dengan sentra di Kecamatan Minggir:
c)    Sapi potong:  budidaya dan produksi sapi potong tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sleman.
d)    Kambing/Domba: Lokasi Budidaya tersebar di hampir semua wilayah Kabupaten Sleman. Khusus kambing PE sentra produksi di Kecamatan Turi, Pakem dan Berbah.
e)    Lele: budidaya lele sebagian besar di kecamatan Moyudan, Gamping, Godean, Seyegan, Minggir  terutama untuk kegiatan pembesaran. Tingginya kebutuhan bibit lele, telah dikembangkan varitas baru indukan Lele Sangkuriang hasil kerjasama Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman dengan Balai Besar Budidaya Air Tawar Sukabumi.

2.   Potensi industri
Industri kecil mikro dan usaha kecil menengah memiliki peran yang cukup besar untuk menggerakan perekonomian masyarakat. Produk unggulan perindustrian yang menjadi unggulan adalah: sarung tangan kulit, mebel kayu, kerajinan kayu.
Produk industri di Kabupaten Sleman mampu menggerakan perekonomian daerah. Negara Tujuan Eksport terbesar pada tahun 2011 adalah Amerika, Jepang dan Korea. Produk andalan eksport adalah pakaian jadi, sarung tangan, mebel kayu.

3.   Potensi Wisata
Daya tarik wisata Sleman merupakan perpaduan antara karakter alam yang kuat, kebudayaan dan kepurbakalaan. Untuk menunjang kegiatan wisata telah tersedia fasilitas hotel, rumah makan, restoran, bandara dan sarana prasarana transportasi yang menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Sleman serta berbagai tempat hiburan. Potensi wisata yang diandalkan meliputi: wisata desa, wisata budaya, wisata pendidikan, wisata sejarah, wisata candi, wisata alam, wisata agro, wisata musium, wisata monumen.

Aktivitas kegiatan pariwisata telah menggerakan berkembangnya usaha sarana wisata, baik berupa hotel berbintang, hotel Melati, Ponodk wisata dan Restoran. Pengembangan potensi wisata di kabupaten Sleman telah mendorong  kunjungan wisatawan baik domistik maupun nusantara ke Kabupaten Sleman.

4.   Potensi Investasi
Secara garis besar potensi investasi kabupaten Sleman yang terdapat di Wilayah Kabupaten Sleman mencakup:

Didalam pengembangan investasi, pemkab Sleman berupaya mengembangkan investasi terpadu, untuk lebih memudahkan investor dalam menciptakan peluang usaha. Proyek investasi yang ditawarkan adalah :

1. Pengembangan Kawasan Stadion Maguwoharjo sebagai stadion terbesar di prop Daerah istimewa Yogyakarta dengan luas wilayah 23,5 ha, secara terencana dan terpadu akan dikembangkan sebagai kawasan spot, commercial dan entertainment.
2. Kawasan Museum Gunung Merapi (MGM) di  desa Hargobinangun kecamatan Pakem, Sleman, dikembangkan dengan konsep edu-tourism dari aktivitas Gunung Merapi. Kawasan ini diproyeksikan untuk mensinergikan edukasi, informatif, atraktif dan inovatif dalam konsep teknopark, seperti museum biologi, museum lilin, taman bunga, taman burung dan play ground.

3. Pengembangan Obyek Wisata, lokasi di selatan Museum Gunung Merapi, paronama alam yang dapat dinikmat dari berbagai arah. Utara terlihat gunung Merapi, Bukit Turgo, Bukit Plawangan. Dari arah timur terlihat hutan bambu dan sungai. Selatan terlihat kota Yogyakarta dan barat terlihat sunset dan daya tarik wisata kawasan sekitarnya.

4. Pengembangan resort  Tourism diintegrasikan dengan keunikan desa (living culture) yang terpadu seperti budaya, kerajinan dan makanan khas. Pengembangan  juga sekaligus untuk alternatif destinasi wisata. Lokasi yang ditawarkan Trumpon, Merdikorejo, Tempel dan Sleman

5. Industri perakitan komputer sebagai wilayah yang menjadi lokasi 40 perguruan tinggi, sangat potensial untuk dikembangkan Computer Assembling Industry.

 

Sebanyak 12,9 persen mata pencaharian Kabupaten Sleman yaitu di sektor pertanian, sedangkan sebesar 23,19 persen lainnya didukung oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran.

Sektor potensial di masing-masing kecamatan adalah sebagai berikut :
1) Kecamatan Moyudan meliputi : sektor pertanian dengan sub sektor perikanan, tanaman perkebunan, peternakan & hasil-hasilnya;  dan sektor industri pengolahan dengan sub sektor industri tanpa migas.

2) Kecamatan Minggir meliputi : sektor pertanian dengan sub sektor perikanan dan tanaman perkebunan; sektor industri pengolahan dengan sub sektor industri tanpa migas; dan sektor bangunan dengan sub sektor bangunan.

3) Kecamatan Seyegan meliputi : sektor pertanian dengan sub sektor tanaman perkebunan; sektor industri pengolahan dengan sub sektor industri tanpa migas; sektor bangunan dengan sub sektor bangunan; dan sektor keuangan, perbankan & jasa persewaan dengan sub sektor perbankan dan sewa bangunan.

4) Kecamatan Godean meliputi : sektor industri pengolahan dengan sub sektor industri tanpa migas; sektor bangunan dengan sub sektor bangunan, sektor perdagangan, hotel & restoran dengan sub sektor perdagangan besar & eceran dan restoran; dan sektor keuangan & perbankan dengan sub sektor lembaga keuangan tanpa bank dan bank.

5) Kecamatan Gamping meliputi : sektor perdagangan hotel & restoran dengan sub sektor perdagangan besar & eceran dan restoran; dan sektor industri pengolahan dengan sub sektor industri tanpa migas.

6) Kecamatan Mlati meliputi : sektor bangunan dengan sub sektor bangunan; sektor perdagangan hotel & restoran dengan sub sektor perdagangan besar & eceran; dan sektor keuangan & jasa perusahaan dengan sub sektor jasa perusahaan, bank dan sewa bangunan.

7) Kecamatan Sleman meliputi : sektor jasa-jasa dengan sub sektor pemerintahan umum.

8) Kecamatan Depok meliputi : sektor perdagangan hotel & restoran dengan sub sektor hotel dan restoran; dan sektor jasa-jasa dengan sub sektor swasta (sosial kemasyarakatan & perorangan) dan pemerintahan umum (administrasi pemerintahan dan pertahanan).

9) Kecamatan Tempel meliputi : sektor pertanian dengan sub sektor tanaman bahan makanan dan peternakan & hasil-hasilnya; sektor bangunan dengan sub sektor penggalian; dan sektor keuangan & jasa dengan sub sektor lembaga keuangan tanpa bank, bank dan sewa bangunan.

10) Kecamatan Ngaglik meliputi : sektor industri pengolahan dengan sub sektor industri tanpa migas; sektor perdagangan hotel & restoran dengan sub sektor hotel dan restoran; dan sektor keuangan & jasa dengan sub sektor lembaga keuangan tanpa bank.

11) Kecamatan Pakem meliputi : sektor pertanian dengan sub sektor kehutanan, peternakan & hasil-hasilnya dan tanaman bahan makanan; dan sektor perdagangan hotel & restoran dengan sub sektor hotel.

12) Kecamatan Turi meliputi : sektor pertanian dengan sub sektor kehutanan, tanaman bahan makanan, peternakan & hasil-hasilnya dan perikanan;  sektor bangunan dengan sub sektor bangunan;  dan sektor keuangan & jasa persewaaan dengan sub sektor jasa perusahaan dan sewa bangunan.

13) Kecamatan Cangkringan meliputi : sektor pertanian dengan sub sektor kehutanan, perikanan, peternakan & hasil-hasilnya dan tanaman bahan makanan;  dan sektor keuangan & jasa perusahaan dengan sub sektor sewa bangunan dan lembaga keuangan tanpa bank.

14) Kecamatan Ngemplak meliputi : sektor pertanian dengan sub sektor perikanan, tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan, peternakan dan hasil-hasilnya; sektor bangunan dengan sub sektor bangunan; sektor perdagangan, hotel & restoran dengan sub sektor perdagangan eceran dan restoran; dan sektor keuangan & jasa perusahaan dengan sub sektor lembaga keuangan tanpa bank, bank, jasa perusahaan dan sewa bangunan.

15) Kecamatan Kalasan meliputi : sektor pertanian dengan sub sektor tanaman perkebunan, peternakan & hasil-hasilnya dan perikanan; sektor industri pengolahan dengan sub sektor industri tanpa migas; sektor bangunan dengan sub sektor bangunan; sektor perdagangan, hotel & restoran dengan sub sektor restoran;  dan sektor keuangan & jasa perusahaan dengan sub sektor sewa bangunan.

16) Kecamatan Berbah meliputi : sektor pertanian dengan sub sektor tanaman bahan makanan, peternakan & hasil-hasilnya; sektor industri pengolahan dengan sub sektor industri tanpa migas; sektor keuangan dan jasa perusahaan dengan sub sektor lembaga keuangan tanpa bank dan sewa bangunan.

17) Kecamatan Prambanan meliputi : sektor  pertanian dengan sub sektor kehutanan, tanaman perkebunan dan tanaman bahan makanan; sektor bangunan dengan sub sektor bangunan; sektor  perdagangan & restoran dengan sub sektor perdagangan besar & eceran; dan sektor keuangan & jasa perusahaan dengan sub sektor jasa perusahaan dan sewa bangunan.
Pengembangan sektor unggulan agar dapat berkembang dengan baik perlu didukung upaya dan kebijakan sebagai berikut : Peningkatan sarana dan prasarana; peningkatan teknologi; pengembangan kelembagaan; peningkatan aksesibilitas modal; peningkatan fasilitas Pembangunan; dan pengembangan pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *