CANDI RATU BOKO

Komplek Candi Ratu Boko (Ancient Stone Palace Complex) terletak tidak jauh dari Candi Prambanan. Kurang lebih 3 km kearah selatan, yakni dari arah kota Yogyakarta sebelum memasuki Candi Prambanan Belok kekanan kearah selatan.

Bangunan Candi Ratu Boko Jogja ini pertama kalai ditemukan oleh Arkeolog dari Negara Belanda yang bernama HJ De Graaf pada abad ke 17. Bentuk bangunan berupa Gapura Utama, Candi, Kolam dengan dengan luas 20 x 50 m kedalaman 2 m, Gua, Pagar, Candi Pembakaran dan paseban. Bangunan-bangunan tersebut tersebar menjadi beberapa bagian. Salah satunya adalah bagian dimana terdapat 3 pintu gerbang yang saling berdekatan, membujur dari utara ke selatan. Pintu gerbang yang di tengah adalah yang terbesar dan merupakan pintu gerbang utama yang diapit oleh dua pintu gerbang lainnya yang disebut gerbang pengapit. Kemudian bagian yang terdiri dari 5 pintu gerbang, terdiri dari 4 gerbang pengapit dan satu gerbang utama yang terletak di tengah gerbang pengapit.


Selain dua bagian pintu gerbang tersebut masih ada beberapa bangunan yang terdapat di Situs Kraton Ratu Boko yakni :
•    Bangunan Candi dari batu kapur; Bangunan Candi ini berukuran 5 x 5 meter persegi dan dibuat dari batu kapur. Candi ini terletak di timur laut sekitar 45 meter dari pintu gerbang utama
•    Bangunan Candi pembakaran; Bangunan Candi pembakaran terletak di timur laut kira-kira 37 meter dari gerbang utama yang kedua.
•    Banguan Paseban, Pendopo, Istana pemandian, Candi miniature, Keputren serta Gua lanang dan gua wadon

Setelah dipublikasikan mengenai adanya penemuan reruntuhan diatas situs Candi Boko oleh Van Boeckholtz pada tahun 1790 banyak para ilmuwan yang mengadakan penelitian. Salah satunya ilmuwan Makerzic, Junghun dan Brumun pada tahun 1814, kemudian seratus tahun kemudian giliran ilmuwan yang bernama FDK Bosch yang memberi judul penelitiannya “Kraton Van Ratoe Boko”.

Bukti tertua yang ditemukan disitus Candi Boko ini adalah prasasti Abhayagiriwihara yang berangka tahun 792 Masehi. Namun sampai saat ini Situs ini masih menjadi tandatanya kapan, siapa serta fungsi dari bangunan ini dibuat. Pemugaran Situs Candi Boko ini dimulai sejak tahun 1938 pada masa penjajahan Belanda dan dilanjutkan pemerintah Indonesia pada tahun 1952.


Ada hal yang menarik di Candi Boko tersebut yakni untuk menikmati Sunset, Ditempat ini ditawarkan Paket “Boko Sunset”. Tentu saja paket ini hanya ditawarkan jikalau cuaca bagus, biasanya pengikut paket ini rata-rata berjumlah 10 orang. Di mulai pukul 4 sore para pengunjung di sugguhi Makanan ringan serta kopi atau the sembari menikmati tnggelamnya matahi di ufuk barat. Setelah Matahari terbenam dilanjutkan dengan makan malam dengan menu-menu yang ditawarkan adalah makanan tradisional Indonesia, antara lain Bakmi goreng, bakmi godog, nasi goreng, dan soto. Tapi selama ini yang paling banyak menikmati paket ini adalah para wisatawan mancanegara.

Ada satu hal lagi yang di suguhkan dari pengelola Candi Boko tersebut yakni Paket “Boko Tracking”. Para pengunjung diajak berkumpul pada jam 3 pagi dan dijamu dengan kopi hangat dan dibekali tongkat, air mineral serta lampu senter untuk menuju ke gunung Tugel dengan jarak yang ditempuh kurang lebih 2,5 km.

Menjelang matahari terbit para wisatawan diajak ke satu tempat dimana dapat menikmati terbitnya matahari dengan jelas, sembari melihat dan matahari terbit para wisatawan disuguhi makanan tradisional yakni urap. Setiap peserta paket ini oleh pengelola akan divberikan souvenir cantik. Bagi wisatwan yang dating malam hari dan bermalam ditempat ini disediakan camping ground lengkap dengan tenda dan peralatannya. Tarif yang dikenakan untuk Camping Ground, tracking, makanan, snack, dan souvenir. Kebanyakan yang menikmati paket ini adalah para wisatawan Nusantara.

http://nolkmjogja.blogspot.co.id/2016/07/sunset-dan-sunrise-di-candi-ratu-boko.html