PENDAHULUAN

Pelaku utama pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan adalah masyarakat petani, maka langkah awal yang telah ditempuh oleh Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman adalah dengan menumbuhkan kelompok tani sebagai modal dasar pemberdayaan petani dan pemberdayaan ekonomi petani, karena kelompok tani merupakan unit terkecil masyarakat pertanian, perikanan, dan kehutanan yang ikut berperan dalam menumbuhkan ekonomi kerakyatan. Dalam menghadapi era pasar bebas dimana kemampuan petani dalam hal pengetahuan, teknologi dan modal terbatas untuk menghadapi kekuatan yang besar, sehingga satu–satunya jalan petani harus bersatu membentuk kesatuan yang disebut kelompok tani. Petani bersama kelompok taninya diharapkan dapat lebih tangguh, mandiri, mampu berdayasaing dan lebih professional dalam berusahatani.

Sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan dengan komunikasi yang intensif dengan petugas, kelompok tani bebas menentukan sendiri usaha yang akan dipilihnya, petugas sebatas memberi masukan dan contoh sebagai wawasan mereka dalam menentukan pilihannya. Selain itu kelompok tani juga sebagai basis maupun mitra dalam pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan, disitu ada hubungan kesetaraan dengan pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman.

            Salah satu contoh program forum komunikasi dan silahturohmi kekelompok dari Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bidang Peternakan, Bidang Perikanan, Bidang Kehutanan dan Perkebunan, Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan adalah memfasilitasi kelompok yang telah tumbuh, eksis dan dinamis serta semua pelaku usaha pertanian, perikanan, dan kehutanan melalui forum komunikasi dan silahturohmi Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman yang diselenggarakan setiap tiga bulan sekali.

Untuk menghindari ketidak berdayaan petani pada kondisi pasar, peluang usaha, penyediaan sarana produksi pertanian maka diharapkan para petani bergabung membentuk kelompok, asosiasi atau suatu lembaga yang eksis dan dinamis.