MINAPADI DAN UGADI

Minapadi (ikan padi) dan ugadi (udang galah padi) menjadi penentu penting keberhasilan pertanian Kabupaten Sleman. “Luas lahan pertanian Sleman sekitar 22 ribu ha. Ada sekitar 63 ha untuk lahan mina padi dan ugadi, karena tidak semua lahan pertanian bisa dijadikan sebagai lahan minapadi dan ugadi,” . Ikan yang ditabur adalah jenis nila, tawes, dan udang. Sementara padi yang ditanam berjenis umur panjang dengan sistem Jajar Legowo (jarak tanam 25 cm x 12,5 cm). Saat ini juga dikembangkan minapadi model Kodal (kolam dalam 60-80 cm).

Minapadi dan ugadi di Sleman telah dilakukan selama dua kali. Lahan seluas 1.000 m dapat meningkatkan produksi padi sekitar 20-30 persen, ikan nila dan tawes 3-4 juta, dan udang 5-6 juta. Sebelumnya, untuk 1000 m tanaman padi hanya mampu produksi 6 kuintal. Setelah dilakukan pola minapadi, produksi padi meningkat 7-8 kuintal ditambah keuntungan yang didapat dari ikannya.

 

Keuntungan

Keuntungan dari minapadi dan ugadi mengurangi penggunaan pupuk hingga 70 persen, karena kotoran ikan dapat menjadi pupuk tanaman, beras menjadi mentes, tanaman kokok dan gulma tanaman dapat menjadi makanan ikan dan udang. Tikus pun tidak masuk ke tanaman padi karena terhalang kolam.

Pola minapadi dan ugadi bisa dijadikan model secara nasional, karena terbukti meningkatkan produksi 20-30 persen yang dapat mendukung swasembada pangan. Model ini juga dapat menjadi potensi wisata mina tur karena banyak orang tertarik untuk mengunjunginya. Selain dapat menikmati keindahan lingkungan, belajar, sekaligus menikmati ikan

 

Keuntungan dari mina padi dan ugadi menurutnya mengurungi penggunaan pupuk sampai 70 % karena kotoran ikan dapat menjadi pupuk tanaman, beras mentes, tanaman kokok dan gulma tanaman dapat menjadi makanan ikan dan udang, Tikus juga tidak masuk ke tanaman padi karena terhalang kolam. Sementara kendala yang dihadapi yakni  kesulitan dalam memperoleh benih udang karena harus inden selama 2 bulan di tempat pembibitan di Samas Bantul. Dan belum adanya teknologi untuk mengolah pakan ikan alternative dengan menggunakan bahan-bahan dari lingkungan lokal.

Pola mina padi dan ugadi ini bisa dijadikan model secara nasional, karena terbukti dapat meningkatkan produksi 20 s/d 30 % yang dapat mendukung upaya pemerintah untuk swasembada pangan. Model ini juga dapat menjadi potensi wisata mina tour karena banyak orang tertarik untuk mengunjunginya, selain dapat menikmati keindahan lingkungan, belajar juga dapat sekaligus menikmati ikan. Kedepan perlu dikembangkan sehingga juga mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi dan menghidupkan perekonomian. Melihat kondisi ini didukung dengan kelompok tani muda dan bimbingan para penyuluh maka gerakan semacam ini bila dilakukan di seluruh Indonesia untuk mencapai berdikari dalam pangan.

http://www.slemankab.go.id/6702/minapadi-dan-ugadi-di-sleman-menarik-minat-wantimpres.slm